Awalnya aku mengira akan mati. Dengan segala kerusakan, rasa sakit, dan ketidakberdayaan; segala yang memenuhi benak hanya ada keputusasaan. Apabila kematian memanglah satu-satunya tawaran bagiku, maka, dengan berat hati, aku menerima. Aku pernah mati sekali, sebagai Moira si tamak. Kehidupan pertama milikku. Lalu, aku mati sebagai manusia di dunia kapitalis. Kehidupan kedua. Jadi, andai mati ketiga kali, aku rasa itu bukan masalah besar. Akan tetapi, aku masih hidup; bernapas, berbicara, dan bergerak sesuai kehendak hati. Tubuhku utuh. Pikiranku masih waras menurut standar milikku. Rasanya benar-benar seperti berada di mimpi indah. Mimpi yang jangan sampai berakhir. Kalaupun ada hal buruk, mungkin itu hanya satu. Bahwa aku barangkali tidak bisa mempertahankan wujud manusiaku dalam

