Pemakan Duka

413 Kata

Tidak ada jalan keluar. Semua pintu tertutup. Seperti tikus dalam lingkaran permainan; berlari ke mana pun hanya kembali ke titik jenuh. Takdir. Pengharapan. Aku ingin berharap, berharap, dan terus berharap namun takdir yang kumiliki telanjur diputar—bukan oleh tanganku, bukan aku yang memilih jalan cerita hidupku. Darah, merah, menggumpal. Siapa yang akan merindukanku? Siapa menangisi kepergianku? Tidakkah mereka tahu bahwa aku tidak seindah tampilan luar? Atau mungkin, sedari awal mereka tidak menganggapku sebagaimana aku berharap mereka menyayangiku. Tes. Tes. Tes. Ujung jemariku meneteskan darah. Mungkin kehidupan yang kumiliki ini sekadar pinjaman belaka. Tidak nyata. Fiktif. Rasa kebas kian menjalar, satu per satu anggota tubuh mulai kehilangan daya. Sendirian. Terbaring berkalang

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN