Barangkali sistem kekebalan tubuh milikku sedang berada di ujung tanduk. Bukan sekali aku mengalami tidak sadarkan diri dan mungkin, bisa saja, terjadi lagi. Eric adalah orang pertama yang kujumpai ketika sadar. Dia benar-benar hancur lebur. Oh tentu saja penampilan visual Eric selalu mengesankan, tetapi ada sesuatu yang berubah dalam dirinya. Aku tidak tahu. Sekadar menduga. Pendeta menawariku sup rumput laut. Tidak ada daging. Hanya rumput laut yang biasa dimakan dugong dan campuran merica serta sejumlah bumbu. Aku ingin protes, mengomeli kepelitan mereka dan pura-pura gila bila tidak mendapat asupan gula. Aku bisa edan bila tidak mendapat kudapan manis. Namun, demi menjaga kredibilitas ayahku, walau enggan dan ogah, aku terpaksa menghabiskan sup hingga tandas. Tukang cuci piring pas

