“BANGUN!” Bentak Elena sembari menyiram wajah Amber dengan air. Amber yang merasakan siraman tersebut pun segera membuka matanya sembari berusaha mengambil nafas sebanyak-banyaknya karena air yang menyumbat hidungnya hingga ia tak bisa bernafas dengan baik. “Kau di sini bukan untuk tidur!” Bentak Elena sementara Amber masih ngos-ngosan di tempatnya. Tak cukup sampai di situ, Elena lalu menampar Amber berkali-kali hingga luka yang berada di sudut bibir Amber kembali mengeluarkan darah. Selama tiga hari disekap oleh Elena dan Hugh, Amber terus merasakan sakit lantaran Elena yang terus menyiksanya. Menyiramnya air setiap ia tertidur, menampar, dan mengancam akan menyiksanya dengan sayatan pisau jika ia mengatakan sesuatu yang akan membuat Elena marah. Dan kini tubuhnya penuh dengan l

