Christoff segera menahan pintu di hadapannya dengan sebelah kakinya saat sang pemilik kamar hendak menutupnya. Ia bahkan telah berdiri dari posisi berlututnya. “Wait. Amber tunggu!” Seru Christoff masih menahan pintu tersebut dan mencoba untuk membukanya kembali yang juga di tahan oleh Amber. “Amber!” Seru Christoff lagi dengan suara yang tidak terlalu keras karena tidak ingin disangka melakukan sesuatu pada Amber. Setelah saling berseteru satu menit, Amber akhirnya mengalah dan membiarkan Christoff kembali membuka pintunya dengan lebar. Pria itu pun menatap bingung pada Amber, yang tengah bersedekap dengan wajah datar di hadapannya. “Ada apa? Kenapa kau menutup pintunya?” Tanya Christoff setelah menutup pintu. “Kau masih mengingatku?” Tanya Amber. “Apa maksudmu?” Tanya Christoff

