56. Permata

1864 Kata

Wanita itu terlihat sangat anggun dengan pakaian simplenya. Dagu tirusnya dapat dipastikan mampu menghipnotis semua pria yang melihatnya sedang tersenyum. "Sudah siap?" lelaki jangkung hitam manis dengan setelan jas lengkap serta celana bahan berwarna hitam menggamit pinggang sang istri yang masih diam di depan kaca rias kamar mereka. "Siap." Zita mengangguk sambil tersenyum manis kepada Rio. "Yuk, berangkat sekarang." Rio memberikan lengannya untuk digandeng oleh Zita. "Sayang banget ya sama aku, Kak?" tanya Zita manja sambil berjalan keluar kamar mengikuti langkah Rio. "Enggak." jawab Rio santai tanpa menoleh ke arah Zita yang sudah cemberut. "Ish.. Ya sudah ngambek." Zita memasang tampang cemberutnya mendengar jawaban dari Rio. Keduanya menuruni tangga untuk menuju parkiran. Terj

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN