Wanita berbadan dua itu terlihat kesusahan menuruni tangga rumahnya. Di usia kehamilannya yang sudah menginjak dua puluh delapan minggu membuatnya semakin tidak diperbolehkan keluar rumah sendirian tanpa dampingan sang suami. Terkadang wanita ini merasa bosan jika di rumah hanya berteman dengan majalah, televisi, game, dan tanaman-tanaman kesukaannya. "Dear, kamu mau ke mana?" suara lelaki jangkung sang nahkoda rumah pun menggema membuat wanita berdagu tirus tadi menoleh ke arah sumber suara. Lelaki tadi tersenyum merekah sambil berjalan menuju istrinya yang seketika terhenti di tengah-tengah tangga. "Kak Rio sudah pulang? Bukannya harusnya sekarang jam dosen yang kata Kak Rio ngeselin itu?" Zita melihat heran ke arah Rio yang sudah berdiri di hadapannya. "Dosennya enggak masuk karena

