46. Pengakuan

2099 Kata

Seperti inilah kegiatan Devi tiap tengah malam. Berkutik di dapur membuat makanan yang bisa dia makan. Malam ini Devi membuat nasi goreng ati ampela. Entah kenapa sudah satu minggu ini Devi merasa selalu lapar tiap tengah malam. "Sabar ya sayang, kita makan ini malam ini." Devi akan membawa sepiring nasi goreng ke meja makan. Namun langkahnya terhenti saat mendapati seonggok lelaki duduk di salah satu kursi makan. "Kenapa lo enggak bilang?" Devi tak mengerti akan pertanyaan Nofal. "Maaf, aku sudah pakai dapur sama bahan makanan di rumah ini." Devi menunduk takut kepada Nofal. Bahkan piring yang dia pegang kini dia letakkan ke atas meja pantry lagi. "Lo salah." suara Nofal semakin menajam. "Maaf Kak, nanti aku ganti deh." tubuh Devi bergetar ketakutan akan suara dingin dari Nofal. Apa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN