Ulfa menatap Refi yang duduk di depannya. Lelaki berwajah chinese itu memakan makanannya secara lahap tanpa menengok ke Ulfa. Wanita berpipi chubby itu serasa ingin menangis karena Refi mendiamkannya dari semalam. "Kak Refi." panggil Ulfa pelan. Ulfa hanya berdehem sekali tanpa mengalihkan pandangannya dari nasi. Ulfa menggigit bibir bawahnya cemas. Perempuan itu bingung harus mengawalinya dari mana lagi. "Kalau kamu mau ngomong masalah kemarin, jawaban aku tetap sama." Refi meminum air putihnya sampai habis membuat Ulfa menundukkan kepalanya. "Tap..." "Aku suami kamu, Ulfa dan sudah seharusnya kamu turuti apa mauku." Refi menatap tajam ke kedua mata Ulfa membuat istrinya itu semakin takut. "Aku cuma mau ijin kalau nanti siang aku mau ke tempat olah raga. Hari ini kan jadwalnya aku o

