22. Menginap

1661 Kata

Entah kenapa keadaan seakan mendukung Eshita untuk menginap di apartemen Adhikara. Bagaimana tidak, saat dia berniat meminta izin pada Ibu dengan menjual nama Hilda sebagai alasan, justru Ibu lebih dulu memberi kabar bahwa beliau akan pergi tamasya dua hari satu malam bersama teman-teman kerjanya di pabrik. Tujuan mereka ke Jogjakarta, menggunakan bus yang disewa dari uang patungan sisa gaji. “Rencana tamasya ini sudah ada sejak dua bulan lalu, hanya saja sekarang kami benar-benar mantap untuk pergi,” jelas Ibu. Dari nadanya terdengar sangat antusias. “Awalnya Ibu ragu ikut, mengingat kamu akan sendirian di rumah. Tapi begitu terpikirkan Hilda, kekhawatiran Ibu langsung hilang. Kamu bisa menginap satu malam di tempatnya, Nak?” “Bisa, Bu,” angguk Eshita cepat. “Memang rencananya aku mau m

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN