Bab 8

857 Kata
Mereka menghabiskan waktu hingga sore hari untuk berbelanja pakaian. Hingga semua tangan penuh dengan tas belanjaan, mereka baru menyadari hari sudah sore. Akhirnya mereka memutuskan untuk pulang. Karena mereka membawa mobil masing-masing, jadi mereka berpisah di parkiran. Charlotte Su hari ini tidak diantar oleh supir keluarga Lee, karena ia ingin menghabiskan waktu bersama sahabat baiknya. Saat ia ingin masuk ke mobil, dari belakang seseorang mendekapnya menggunakan sapu tangan. Charlotte Su meronta sebentar hingga pada akhirnya ia pun jatuh pingsan. Tidak jauh dari sana Reynold Wu melihat kejadian tersebut. Dia diam-diam mengikuti orang yang akan menculik Charlotte Su tersebut. Dia mencari jarak aman agar penculik itu tidak sadar akan keberadaannya. Saat Charlotte Su tersadar, ia merasa kepalanya sedikit pusing. Pada saat ia membuka mata, ia melihat ke sekeliling dan ia ternyata di bawa ke sebuah gudang tua. Tangan dan kakinya diikat oleh orang tidak dikenal. Dia juga tidak tau dimana dirinya berada. Setelahnya terdengar langkah kaki dari balik pintu gudang. Charlotte Su melihat ada sekelompok pria mendatanginya. Walau hatinya gelisah dan takut, ia menahan perasaan itu dan tetap terlihat tenang. "Siapa kalian? Mengapa kalian membawaku kesini?" tanya Charlotte Su penasaran. "Kau akan segera tau, sebentar lagi bos kami akan datang menemuimu." Jawab pria yang berkepala botak, tampangnya sedikit menakutkan. Terlihat dia adalah ketua dari penculik itu. "Sebaiknya kau tetap bersikap baik, kalau tidak mau kami yang membuatmu diam" lanjut pria berkepala botak itu. Setengah jam kemudian terdengar langkah kaki seorang wanita menggunakan sendal hak tinggi. Saat Charlotte Su melihatnya, ia tidak menyangka ternyata wanita itu adalah Jessica Wen. "Mengapa kamu menculikku kesini? Apa kamu tidak tau aku siapa?" terlihat mata dingin Charlotte Su memandang wanita itu. "Kamu siapa memangnya aku peduli? Aku hanya ingin menyingkirkan saingan cintaku." Kemudian Jessica Wen tersenyum dengan sinis sambil memegang dagu Charlotte Su. "Apa kamu merasa kamu pantas untuknya? Kamu telah merebut Moxes Lee dariku, aku tidak akan membiarkannya begitu saja." tatapan hina Jessica Wen seperti pisau yang menembus jantung Charlotte Su. "Aku pantas atau tidak, tidak ada hubungannya denganmu. Kami sudah menikah, dialah yang memilihku. Kamu berbuat seperti ini apa kamu berani menanggung resikonya?" ucap Charlotte Su dengan tenang. "Dasar rubah licik, siapapun yang berani merebut Moxes Lee dariku tidak akan berakhir dengan baik." lalu Jessica Wen menyuruh orang-orang yang dia sewa untuk membakar gudang ini. Dia pun segera melangkah pergi dari tempat itu. Mereka menyiram minyak tanah dimana-mana kemudian membakar gudang itu dan meninggalkan lokasi kejadian. "Ketua, apa kita akan pergi begitu saja? Apa tidak sebaiknya kita mengawasinya?" Tanya anak buahnya yang berdiri di samping pria botak itu. Lalu pria botak itu menjawab dengan kasar, "Dasar bodoh, apakah dia yang terikat seperti itu bisa kabur?" Anak buah disampingnya mendengar jawaban dari ketuanya pun akhirnya mengangguk setuju. Setelah Reynold Wu melihat mereka semua telah pergi, diam-diam dia pergi ke gudang untuk menyelamatkan Charlotte Su. Saat ia berlari ke dalam gudang, api sudah membesar. Charlotte Su juga sudah pingsan dan sebagian wajahnya terkena luka bakar. Reynold Wu yang melihatnya merasa sedih. Kemudian buru-buru dia menggendong Charlotte Su untuk keluar dari gudang yang sudah hampir terbakar habis itu. Saat Reynold Wu sudah membaringkan tubuh Charlotte Su di mobil, ternyata anak buah yang tadi menculiknya masih belum pergi. Ia pun segera memberi tau ketuanya yang berkepala botak itu. Mendengar hal itu mereka langsung mengejar mobil Reynold Wu. Mobil itu saling mengejar, tiba-tiba didepan Reynold Wu ada truck besar. Ia segera membanting kemudinya ke kiri. Akhirnya mobilnya jatuh dari jurang di tengah sungai. Kepala botak itu tertawa jahat, "Mau kabur bagaimanapun, kalian tidak bisa lepas dariku." Lalu dia kembali melajukan mobilnya setelah melihat kejadian itu dan menelpon Jessica Wen. "Bos, orangnya sudah mati" sambil menjelaskan apa yang baru saja terjadi. Kemudian Jessica Wen menyuruhnya untuk menghilangkan semua bukti-bukti kejahatan mereka tersebut. Ia juga menyuruh mereka untuk meninggalkan kota ini secepatnya. Jessica Wen tersenyum dengan sinis. "Charlotte Su, jangan salahkan aku karena kematianmu ini. Salahkan pada takdirmu yang kurang baik karena menikahi Moxes Lee." Jessica Wen melangkahkan kakinya dengan anggun menuju mobil dan kembali menuju ke apartemen pribadi yang ia tempati seperti tidak terjadi apa-apa. Moxes Lee yang sedang berada di luar kota pun tidak mengetahui hal tersebut. Hingga pada saat malam hari, saat Moxes Lee sudah senggang, ia ingin menghubungi Charlotte Su, namun nomornya tidak dapat di hubungi. Moxes Lee kemudian menelpon ke rumahnya, namun Simon mengatakan bahwa hingga saat ini nona Charlotte Su belum juga kembali ke Villa. Perasaan cemas melanda hati Moxes Lee. Ia menyuruh Aldi Zhou memesan tiket untuk segera kembali ke kota Jakarta. Saat tiba di kota Jakarta, Moxes Lee memerintahkan anak buahnya untuk mencari keberadaan Charlotte Su. Moxes Lee mengetahui Charlotte Su pergi bersama Karina Song. Moxes Lee bertanya padanya, Karina Song mengatakan ia memang menghabiskan waktu berbelanja dengan Charlotte Su. Namun mereka berpisah di tempat parkir saat akan pulang. "Segera periksa CCTV di dalam gedung tempat parkir mall itu dan di jalan yang dilewatinya sekarang juga!" Aldi Zhou tidak berani untuk menunda hal tersebut. Ia memerintahkan anak buahnya mengambil CCTV di setiap sudut jalan yang dilalui Nyonya muda mereka Charlotte Su. Aldi Zhou juga tidak diam saja, ia pergi mengunjungi mall itu dan pergi memeriksa CCTV di parkiran mall tersebut.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN