Ellie terbangun dari tidurnya, dia menuju dapur untuk mencari minum sekaligus mencari makanan yang bisa dia makan untuk mengganjal rasa lapar di perutnya. Sialan memang Shawn, dia bahkan tidak bisa kemana-mana tapi laki-laki itu membiarkan kulkas apartemennya kosong, apakah dia tidak mengerti jika Ellie juga manusia yang bisa merasakan lapar. “Sialan memang.” kesal Ellie yang kini duduk di kursi dapur dengan botol air minum yang ada di tangannya. Ellie melihat sekeliling, dia melihat telepon tapi dia lupa berapa nomor Shawn, dia dilema jika harus menghidupkan ponselnya maka dia bisa di temukan oleh Daddynya, mungkinkah dia dan anaknya akan mati kelaparan disini? Dia bahkan tidak bisa meminta tolong pada Shawn untuk membelikan makanan. Sudah pukul tiga, Ellie memegangi perutnya yang bahk

