“I-- Ibu …?” gumam Qian saat mendapati sang ibu berdiri di hadapannya dan tersenyum padanya. Qian tersadar, kedua tangannya tak lagi merasakan kukuhan atau ikatan. Diangkatnya kedua tangan di depan wajah dan seketika ia pun menyadari bahwa pakaiannya telah berubah. “I-- ibu … apa maksud semua ini?” tanyanya sarat akan rat dan nada ketidaktahuan sama sekali. Tiba-tiba sebuah tangan bertengger di bahu Qian dari belakang, dan sebelum ia menoleh Mahreen lebih dulu menyapanya dengan senyuman. “Bi-- Bibi …” gumam Qian dimana raut wajahnya benar-benar menunjukkan keterkejutan. “St …” Mahreen menyilangkan jari telunjuknya di depan mulut memberi isyarat agar Qian tenang dan mendengarkan. Sementara ibu Qian hanya mengangguk lemah menyuruhnya menuruti isyarat yang Mahreen berikan dimana senyuman t
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari