Awalnya, Daffa bermaksud untuk langsung pulang ke rumah setelah mengantarkan Mita. Tapi kemudian dia membelokkan sepeda motor itu menuju kediaman sang bunda. Daffa sudah lama sekali tidak bertatap muka dengan ibu yang sudah melahirkannya itu. Daffa terakhir kali bertemu dengan sang bunda saat hari pernikahannya dengan Mita. Sejak saat itu, tidak ada lagi komunikasi, bahkan melalui handphone sekalipun. Ironis memang, tapi itulah kenyataannya. Motor yang dikendarai Daffa terus melaju dan meliuk pelan mengikuti tikungan yang cukup tajam. Sembari menyetir motor, pikirannya kembali melayang entah ke mana. Daffa sekarang benar-benar merasa bingung. Dia tidak ingin lagi bekerja di perusahaan papanya Mita. Namun di sisi lain dia tentu juga harus berpikir langkah apa kedepannya yang akan dia ambi