Sebelum sampai ke pondok, Zizi minta mampir ke warung dulu. Ia membeli minuman, dan cemilan. Tiba di pondok. Mereka tidak naik ke pondok, tapi duduk di kursi di bawah pohon depan pondok. Semilir angin membuat suasana terasa sejuk. "Apa yang ingin Zizi ceritakan, Sayang?" Tanya Razzi memulai percakapan. "Kai janji jangan cerita ke Nini." "Kenapa kalau diceritakan ke Nini." "Nanti Zizi dimarahi Nini. Nanti Nini cerita ke semua orang, terus Zizi ditertawakan." Wajah Zizi cemberut. "Tidak akan ada yang mentertawakan. Ceritakan saja, Kai akan mendengarkan," ucap Razzi lembut. Meluncur cerita dari mulut Zizi, dari awal dekat dengan Firman, sampai kejadian di Jakarta kemarin. Tidak ada yang ia sembunyikan. "Zizi akan mencoba ikhlas, Kai. Lebih baik tahu busuknya dia sekarang, daripada