MMYM.034 DUA ELEMEN YANG SANGAT JAUH BERBEDA Setelah Eleanor Leora mengakhiri pembicaraannya dengan orang yang ada di seberang telepon, aku yang dari tadi memperhatikannya dari samping dengan segera memalingkan wajahku ke arah lain, berpura-pura tidak mendengar apa pun selain kata yang ia ucapkan. Ia menatap layar ponselnya cukup lama dengan wajah datar seolah sedang berpikir. Meski aku tidak tahu pasti apa yang ia pikirkan saat ini, tapi aku bisa merasakan kalau ia sedang tidak baik-baik saja. Ia kembali menyimpan ponselnya itu ke dalam tas yang kini ada di pangkuannya. Lalu duduk dengan wajah yang begitu tenang tanpa bersuara. Dalam diam dan sikap tenangnya itu, ia menyimpan beribu kata yang tak bisa ia ucapkan. Meski ia tidak berkata apa-apa dan berusaha mengatur ekspresi wajahnya se

