Matahari mulai menampakkan diri, sinarnya menyelusup ke ruangan besar itu. Masuk lewat celah hordeng yang tersingkap. Sinarnya menerpa wajah seorang perempuan yang bergelunh di bawah selimut, dia mulai terusik dan semakin merapatkan diri pada d**a bidang di depannya. Baru saja kembali pulas, alarm kembali membuyarkan tidurnya. "Kak matiin, berisik!" gumam perempuan itu memeluk erat tubuh kekar yang terbaring di sebelahnya. Pria itu menurut, tangannya menggapai-gapai meja nakas. Meraih jam weker yang terus menimbulkan suara nyaring, ia segera mematikannya dan kembali memeluk tubuh mungil di sampingnya. Lima menit berlalu dan mereka kembali pulas, namun kali ini alarm kembali berbunyi. Bukan alamar jam weker tentunya. Suara itu begitu nyaring menyentak keduanya dari mimpi indah. Mereka la
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


