"Gue nggak ngerti lagi mesti ngomong apa." Luna menggeleng-geleng tidak percaya ketika melihat kesibukan di luar dari jendela kamar hotel yang mereka tempati. Domi yang tengah duduk memandangi secarik kertas berisikan sebaris kalimat yang harus dihafalkannya, menjawab dengan tenang. "Emang siapa yang nyuruh lo ngomong, Lu?" "Kok bisa ada orang seaneh lo, sih? Sampe kawin aja mesti aneh-aneh begini caranya." Luna meninggalkan jendela dan berjalan mendekati Domi. "Gak bisa ya jadi normal sekali aja? Gak bisa gitu, sekali aja dalam idup lo gak bikin orang pusing?" Domi mengerjap heran. "Kenapa sih?" "Gak usah pura-pura bloon, Dom. Coba liat itu!" Luna menunjuk dengan dramatis ke arah luar jendela. "Ya, Gusti! Gak tau lagi gue mesti ngomong apa." Domi yang menyadari arah pembicaraan Luna

