Melangkah bersama nyatanya memang lebih mudah ketimbang melangkah sendiri. Hal itu juga yang kini tengah keduanya rasakan. Keceriaan Domi meningkat berkali-kali lipat, bahkan hingga menyentuh level overdosis. Sementara Sena, hidupnya terasa jauh lebih berwarna, jauh lebih ringan, dan jauh lebih mudah untuk dijalani. "Good afternoon, Sir!" Domi memeluk Sena dari belakang. Sena yang sudah sangat terbiasa dengan kelakuan Domi, tidak lagi terkejut dengan aksi gadis itu. Sekarang Sena bahkan bisa tetap tenang mengerjakan patungnya meski Domi menempel erat di punggungnya. "Tumben baru datang?" tanya Sena datar. Hubungan yang mereka jalin memang tidak lantas membuat Sena berubah menjadi manis seketika. Dia masih tetap Sena yang sama, yang dingin, kaku, dan datar. "Tadi ada tapping dulu." Dom

