54. Preman

1504 Kata

"Dominique ...," panggil Sena. Ketika tidak ada balasan dari Domi, Sena kembali mengulangi panggilannya. "Dominique ...." "Eh?" Domi yang sedari tadi sedang memandangi foto 4D milik Baby Z, baru menyadari jika dirinya diajak bicara. "Lihat foto Baby Z sampai nggak dengar aku panggil-panggil," ujar Sena. "Maaf, Bi. Abis aku masih gak percaya kalau bayi lucu ini ada di perut aku. Coba liat, Bi. Mungil banget, ya?" Domi mendekatkan selembar foto Baby Z ke arah Sena. "Iya. Dia lucu." Sena tersenyum bahagia. "Aku nggak sabar pengin cepet-cepet liat dia lahir, Bi." Domi merapatkan foto Baby Z ke dadanya. "Sabar. Satu bulan lagi, ya ...." Sena mengusap puncak kepala Domi dengan tangan kiri, sementara tangan kanannya tetap pada setir. "Tapi satu bulan tuh lama, Bi." "Nggak akan kerasa, Dom

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN