BAB DELAPAN PULUH TUJUH

1925 Kata

“Rei-ya,” , panggil bibi penjual membuat Rei dan juga ketiga temannya menoleh, “Tidak biasanya kau kemari mengajak temanmu, kemana pacarmu? Apa kalian sedang bertengkar?” Mendengar kata ‘pacar’ , Rei langsung tersedak dan buru - buru meraih segelas air dalam gelas kertas di hadapannya lalu meneguknya sampai habis. Sementara ketiga temannya langsung menoleh padanya, menunggu jawaban dari Rei. “Ahjumma! Yeoja chingu museun (Apanya yang pacar, bi)? Geunyang chinguyeyo (hanya teman), teman dekat.” , elak Rei. “Geuraei (benarkah)? Kukira dia pacarmu. Mianhandaei (maafkan bibi), habisnya kalian terlihat dekat sekali.” , balas bibi tersebut dengan logat Daegu yang masih begitu kental. “Kakinya sedang tidak baik.” , kata Rei menjawab pertanyaan sebelumnya. “Aigo (ya ampun)~ Apa yang terj

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN