Sora masih diam mendengarkan , tidak menanggapi. Ia tidak mengerti kemana arah pembicaraan ini. Mengadu nasib? “Eomma senang bisa melahirkan putri yang cantik dan sehat seperti dirimu. Tetapi keberuntungan itu tidak berpihak pada Sheryl. Ia lahir dengan prematur pada usia kandungan yang masih menginjak tujuh bulan. Saat itu ia begitu kecil, tidak lebih besar dari telapak tanganmu.” , ujar Soyeon terus bicara. Sora mendengarkan dengan seksama. Ia juga otomatis membuka dan melihat telapak tangan kirinya membayangkan sekecil apa Sheryl saat lahir ke dunia. Soyeon tersenyum dalam raut wajah sedihnya membayangkan semua putaran film ingatan dirinya tentang putri keduanya. Mulutnya terbuka kecil mengisyaratkan kalimatnya masih terus berlanjut, “Tahun - tahun awal kehidupan Sheryl benar - be

