BAB SEMBILAN PULUH TIGA

1964 Kata

Sora sudah kembali tertidur setelah panggilan terakhir dari Rei berdering dan ia masih konsisten untuk tidak mengangkatnya. Waktu sudah menunjukan pukul sebelas dan perutnya mulai terasa lapar ditambah tenggorokannya yang mulai terasa kering seperti ladang yang tidak dihujani selama berbulan – bulan lamanya. Akhirnya, berkat dorongan naluri bertahan hidupnya itu, ia terpaksa turun dari kasur. Penampilannya benar – benar kacau. Rambutnya yang lebih mirip janggut singa jantan dan juga wajahnya yang agak terlihat membengkak membuat matanya tenggelam semakin dalam. Tidak mempedulikan penampilannya, Sora berjalan tertatih keluar kamarnya. Saat melewati meja belajar, ia menghentikan langkahnya, terkejut dengan sesuatu yang sekarang ada di atasnya. Padahal sebelumnya hanya ada ponselnya saja yan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN