Rei mengernyitkan dahinya. Ia bertanya - tanya mengapa sikap Sora aneh semenjak mereka sampai disini. Perkataan yang Sora ucapkan juga bukan sesuatu yang ia kenal dari Sora. “... Neo wae irae (apa yang terjadi padamu)? Apa kau kerasukan sesuatu? Sepertinya ramen yang kau makan tadi sudah lewat dari tanggal kadaluarsanya.” , balas Rei. Ia menarik tangannya, memindahkannya ke depan, dan menyandarkannya di atas lutut yang kini ia tekuk. “Ani (tidak).. Kau tahu aku akan pergi dengan ibuku..” Rei berpikir sebentar, “Apa kau tidak akan kembali?” , tanya Rei dengan nada bicara yang berbeda. Kali ini ia terdengar serius. Sora mengulum bibirnya ke dalam mulutnya sebelum menjawab. Ia tahu rasanya berat untuk keduanya berpisah. “Kita masih bisa bertemu di sekolah.” , ujar Sora mencoba untuk

