BAB 37. Ibunya Masih Tetap Sama

1023 Kata

Anggara memeluk erat Ayara. Tadi dia refleks lari begitu mendengar teriakan Ayara. Perlahan Ayara mulai tenang. Matanya mulai terbuka pelan-pelan. “Ayara, lepasin tangan kamu ya.” Perlahan Anggara mencoba melepaskan kedua tangan Ayara yang menutup telinganya. Anggara khawatir pada selang infus yang ikut tertarik. Setelah melepaskan kedua tangannya dari telinga, barulah Ayara tersadar kalau dia dalam pelukan Anggara. “Umm Tu—tuan Anggara. Aku sudah tenang.” “Ohh, iya.” Anggara melepaskan pelukannya. Lalu duduk di kursi samping bed, dengan masih mengawasi Ayara. “Kenapa kamu kelihatan sangat takut? Itu kan hanya hujan petir. Dan kita di dalam ruangan.” Ayara menggeleng perlahan. Raut wajahnya masih begitu ketakutan, meskipun sudah merasa jauh lebih tenang. “Hujan petir mengingatkan aku p

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN