BAB 46. Dendam

1028 Kata

Suster Mira segera berdiri, dengan gestur tubuh sopan. “Tuan Anggara,” sapanya. Anggara mengangguk sekali. Lalu dia beralih pada Ayara. “Kamu mau menyusui Alvino ya? Sehabis itu sebaiknya kamu langsung istirahat di kamar. Supaya benar-benar pulih dan bisa bekerja dengan baik, tidak merepotkanku lagi.” Nada suaranya benar-benar dingin. Berbeda sekali dengan saat di rumah sakit, ketika hanya ada mereka berdua. Ayara mengangguk. “Baik, Tuan.” Anggara keluar kamar dan menutup pintu rapat-rapat. Mira kembali duduk di samping Ayara lalu menatapnya penuh iba. “Kasihan Nona, baru pulang dari rumah sakit sudah langsung disuruh kerja lagi.” Ayara tersenyum. “Nggak apa-apa kok. Kerjaanku kan hanya menyusui Alvino, dan juga mengajaknya mengobrol. Itu sangat menyenangkan.” Lagipula pikirnya, salah

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN