“Gwen? Mau apa kamu di sini?” Gwen tersenyum. Anggara mengernyit. Ken semakin menunduk dalam. “Aku? Ya mau menemani kamu. Masa’ iya ku biarkan kamu sendirian di sini. Tenang saja Anggara, pokoknya malam ini kamu nggak akan kesepian. Aku juga sudah membeli camilan dan kopi untuk teman kita ngobrol nanti.” Gwen dengan tampak tak berdosa langsung menjatuhkan tubuh di sofa. Dia duduk dengan santai di sana. Anggara menghela napas dalam sambil geleng-geleng kepala. Dia menoleh pada Ken. “Ken, kamu bisa pergi sekarang. Ingat, langsung berikan asi itu pada Suster Mira, ya!” “Baik Tuan.” Ken segera mengangguk dan melangkah keluar kamar. Cari aman. Masih sangat beruntung dia langsung disuruh pergi, bukan ditegur karena membawa Gwen kesini. Kembali beralih pada Gwen. “Gwen, ini rumah sakit. Kamu

