BAB 42. Tidur Lelap Semalaman

1062 Kata

Anggara merasa ada yang berat di tubuhnya, dia terbangun. Entah sudah berapa lama dia tertidur, rasanya belum terlalu lama. Padahal masih mengantuk. Anggara mengerjapkan mata, saat terbuka kedua bola matanya memicing padahal hanya lampu tidur yang menyala. Alisnya terangkat ketika melihat satu tangan melingkari perutnya. Dan bukan hanya tangan saja, tenyata ada kaki juga di atas pahanya. Pantas saja terasa agak berat. Anggara menoleh, ternyata posisi tidur Ayara sekarang miring menghadapnya. Huh? Bagaimana bisa dia tidur senyenyak itu? Padahal tangannya sedang diinfus. Anggara memperhatikan tangan Ayara, jika tangan itu ditarik sedikit lagi, maka selang infus juga akan ikut tertarik, dan malah bisa sampai terlepas. Maka dengan sangat hati-hati Anggara berusaha memindahkan tangan Ayara.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN