Pandu memberikan segelas air untuk Zea minum agar wanita itu lebih tenang. Dan Zea menerimanya. “Jadi, selama itu Elvan di Jepang. Apa yang sedang dia kerjakan di sana? Proyek besarkah sampai dia meninggalkan keluarganya di Indonesia?" tanya Pandu penuh selidik. Zea meminum air pemberian Pandu dan saat bibirnya kembali bergerak untuk menceritakan kembali tentang Elvan, tiba-tiba saja Gisel dan Yuza masuk. Mereka menatap kedua orang tuanya dengan aneh, bahkan Zea terlihat salah tingkah dengan langsung mengambil tisu yang ada di atas meja kemudian mengusap sisa air matanya. “Pa, ada apa ini?” tanya Gisel ingin tahu. “Mama kenapa? Mama nangis?” Yuza pun tak kalah khawatir dengan Gisel. “Tidak apa-apa, Sayang. Mama dan Papa Gisel sedang mengenang masalalu saja. Kebetulan kami ini saling k