Dua pengawal istana itu menatap Kamandanu dan Handaru dengan lekat. Itu membuat jantung mereka berdetak lebih kencang. Penyamaran tak boleh terbongkar, karena hanya itu satu-satunya cara. Kamandanu bahkan melatih Handaru untuk memanggilnya dengan sebutan kangmas. Dia juga mengatakan apa yang menjadi makanan kesukaan, juga kebiasaan tertentu. Mereka sudah sepakat tentang banyak hal, agar tak menimbulkan kecurigaan. Sehingga jika suatu hari ada yang bertanya, jawabannya akan sama. "Apa benar ini adikmu? Mengapa wajah kalian berbeda?" tanya pengawal dengan penuh selidik. Kamandanu berbadan tegap dengan otot-otot yang tercetak jelas. Kulit tubuhnya gelap dengan ranbut panjang tak terurus. Luka sayatan di pipi membuat wajah lelaki itu terlihat menyeramkan. Ditambah dengan suara serak yang se

