Kemarahan Raden

1451 Kata

Sekar berjalan dengan cepat menuju istal karena merasa rindu dengan ayahnya. Semenjak menjadi selir, wanita itu jarang bertemu dengan keluarga. Selain belajar, melayani Wijaya adalah tugasnya sehari-hari. Sekar mulai bosan. Apalagi tak kunjung ada janin yang tumbuh dari rahimnya, sekalipun mereka sudah berusaha sekuat tenaga. Sehingga rasa rindu kepada ayah dan ibunya kerap muncul di malamnya saat terjaga. Sayangnya, dia tak diizinkan pulang karena Wijaya terlalu mengekang. Lelaki itu terlalu mencintai selirnya sehingga menjadi posesif. Rasa cemburu Wijayaa begitu kuat, bahkan kepada orang tua Sekar sekalipun. Namun, wanita itu tak bisa melawan dan hanya mampu menuruti keinginan suaminya. "Pelan-pelan saja, Ndoro," ucap salah satu dayang yang mengikutinya dari belakang. Sekar menole

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN