Sudah tiga hari Wijaya sakit dan banyak yang datang menjenguknya, kecuali Sekar. Dia masih berdiam diri di kamar dan tak mau keluar sama sekali. Sikap suaminya yang kasar memabuat wanuta itu kecewa. Sekar tahu jika Prameswari yang merawat Wijaya selama sakit. Dia sama sekali tidak keberatan, justeru malah senang karena bisa sedikit bebas. Lagipula wanita itu juga memiliki hak karena merupakan istri pertama. Mereka memang jarang bertemu. Jikapun bersua, Prameswari akan membuang pandangan seolah-olah membencinya. Sekar mengerti perasaan wanita itu. Istri manapun tak akan rela jika cintanya dibagi. Apalagi waktu itu Wijaya baru menikah dan langsung mengambilnya sebagai selir. "Nyuwun pangapunten, Ndoro," ucap dayang yang melayani Sekar saat masuk ke kamarnya. "Ada apa?" tanya wanita it

