"Ini milikmu, Ayah. Paman memintaku untuk mengembalikannya." Wira yang kini berusia lima belas tahun menyerahkan sebuah pedang lengkap dengan selongsongnya kepada Wijaya. Lima tahun tinggal di keraton membuat anak itu berubah banyak. Tubuhnya semakin tinggi dengan suara yang pecah. Jakunnya mulai tumbuh. Juga kumis tipis yang bertengger di bawah hidung. "Dia mencurinya dariku setelah menaburkan racun," kenang Wijaya. "Paman juga mengatakan hal yang sama. Tetapi selongsong ini adalah miliknya. Dia memberikannya karena kau dulu pernah memintanya," jawab Wira. Wijaya menepuk bahu putranya lalu mengajak anak itu duduk. Lima tahun ternyata tak terasa baginya. Walaupun Sekar masih bersikeras tak mau kembali ke keraton, tetapi keluarga mereka utuh kembali. Prameswari bahkan menerima Wira seb
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


