47. Sesal

2028 Kata

Chapter 47 “AGHHHH!!!” benda pipih itu melayang ke dinding dan hancur berderai di lantai. Nata menjerit histeris, meremas rambut dan meraung-raung karena marah. Ini hampir jam 2 dini hari dan pastinya semua orang sedang terlelap. Tiba-tiba pintu kamar terbuka dan Mama Nata muncul di sana dengan ekspresi cemas. Wanita itu menyalakan lampu hingga kamar menjadi terang benderang. “Nata ada apa?” tanya wanita itu. Ia menghampiri Nata dan menemukan ponsel berderai di lantai. Tak berapa lama Papa Nata datang bersama sang kakak. “Ma,” Nata meraih tangan ibunya itu. “Aku nggak mau nikah sama David, Ma. Aku nggak mau nikah sama orang lain.” air mata Nata berderai, bersimbah di wajahnya. Wanita paruh baya itu tampak terkejut. Ekspresi sang ayah masih sama, datar dan menakutkan. Raut tegas

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN