Chapter 27

1843 Kata

Azka melangkahkan kaki keluar dari lobi perusahaan dengan langkah tegasnya. Mengabaikan semua sapaan para karyawan yang tertuju padanya. Dan itu sudah menjadi hal biasa bagi mereka. Pasalnya, pria itu memang tidak pernah membalas sapaan dari para karyawan. Yang Azka lakukan hanya berjalan lurus ke depan tanpa menoleh dengan wajah datar. Begitu tiba di depan lobi, pria itu langsung masuk ke dalam mobil yang telah menunggu. “Apa kita langsung pulang ke rumah, Tuan?” tanya sang sopir. Selama beberapa saat, Azka membisu. Pria itu tampak termenung di tempatnya memikirkan sesuatu. Sang sopir sampai melirik Azka melalui kaca spion tengah, lantas ini adalah pertama kalinya pria itu tampak bimbang seperti ini. “Tuan?” panggil sopir tersebut. Bukannya menjawab, Azka justru mengeluarkan ponsel d

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN