Chapter 44

1553 Kata

“Lalu, siapa? Katakan padaku. Aku sangat penasaran,” pinta Navaya menuntut jawaban. Zoya tak langsung menjawab. Wanita berambut panjang itu hanya menatap sang sahabat dalam. Sampai akhirnya, ia menghela napas panjang dan menjawab, “Si Pria Bercadar.” “Milan?” tanya Navaya memastikan yang diangguki oleh Zoya. “Jadi, kau menerima tawaran Zico waktu itu?” Zoya kembali mengangguk. “Dengan sangat terpaksa.” Navaya lantas mengulas senyum. “Bukan karena penasaran dengan wajah Milan?” BRAK! Navaya terperanjat kaget saat sahabatnya itu tiba-tiba menggebrak meja hingga mengundang perhatian seluruh penghuni cafe. Ia bahkan sampai meminta maaf pada mereka atas gangguan tersebut. “Yaya! Memangnya kau anggap aku ini apa?! Aku ini ingin bekerja, bukan melihat wajah orang! Aku tidak mungkin mengand

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN