Azka melangkah keluar lift begitu tiba di lantai unit apartemen Rebecca. Dengan langkah lebarnya, tak butuh waktu lama bagi pria itu untuk sampai di sana. Seusai memasukkan kode pintu, ia pun langsung masuk ke dalam. “Sayang,” panggil Azka. Hening. Tak ada balasan dari panggilannya. Azka pun kembali memanggil Rebecca seraya mencari wanita itu di seluruh apartemen. Namun, ia tak menemukan wanita itu di mana pun. “Di mana dia?” gumamnya dengan kening mengerut. Biasanya, Rebecca akan memberinya kabar jika wanita itu ingin keluar. Tapi kali ini, Rebecca tak mengiriminya pesan apa pun. Ia pun mengeluarkan ponsel dari saku jasnya kemudian menghubungi sang kekasih. Sembari menunggu panggilannya dijawab, Azka memutuskan untuk duduk di sofa. Akan tetapi, sampai dering panggilannya berakhir, Re

