Hening. Sunyi. Senyap. Seolah tidak ada yang menghuni apartemen 2 kamar tersebut. Nyatanya, ada seorang wanita yang sejak tadi duduk termenung di atas sofa. Mengabaikan tayangan televisi yang terputar. Dan wanita itu adalah Chessy. Sudah hampir 2 jam wanita itu duduk di sana memikirkan Azka. Selama itu pula ia merasa kesal, tapi rindu pada pria itu di waktu bersamaan. “Kak,” panggil Devan yang baru keluar dari kamarnya. “Kak,” panggilnya lagi ketika Chessy tak memberikan reaksi apa pun. “Kak!” panggil Devan lagi dengan suara yang lebih keras. Untungnya, kali ini ia berhasil membuyarkan lamunan sang Kakak. “Hah? Ada apa?” tanya Chessy menatap Devan. “Harusnya aku yang bertanya. Ada apa denganmu? Ini masih pagi, tapi kau sudah melamun. Apa yang kau pikirkan?” tanya Devan. “Tidak ada. A

