Chapter 52

1624 Kata

Sontak, Navaya menjadi gugup ketika menerima tatapan dari orang banyak. Bahkan di hari pernikahannya waktu itu, ia tak merasa gugup sedikit pun. Tapi, kenapa sekarang Navaya merasa seolah menerima jutaan hujaman hanya dari tatapan mereka? Walaupun saat ini Navaya tetap memasang wajah datar, tapi tanpa sadar ia mulai mengelupas kulit ibu jarinya karena terlalu gugup. Sementara Zoya yang melihatnya, langsung menggandeng lengan Navaya kemudian menariknya menuju salah satu meja minuman yang berada di sudut ruangannya. Untungnya, tidak ada yang menghuni meja tersebut, jadi keduanya bisa bebas berbincang. “Jangan panik,” bisik Zoya seraya menggenggam tangan Navaya. Menatap sang sahabat dengan tatapan menenangkan. Sampai akhirnya, Navaya mengulas senyum kemudian mengangguk. “Minumlah,” ucap Z

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN