Chapter 71

1386 Kata

Perlahan, sepasang mata indah itu terbuka. Mengerjap beberapa kali untuk menyesuaikan cahaya yang masuk. Menarik napas dalam lalu menghembuskannya. Selama beberapa saat, Navaya hanya termenung dalam posisi yang masih bergelung dengan selimutnya. Sampai tak lama kemudian, ia merentangkan kedua tangan dan kaki sembari mengerang kecil dan kembali menghembuskan napas dalam. Kini Navaya berada dalam posisi telentang sempurna dengan pandangan yang tertuju pada langit-langit kamarnya. Wajah wanita itu tampak lelah dan hampir tak memiliki tenaga sama sekali. Bagaimana tidak? Semalam penuh Navaya terus mencoba mengontrol jantungnya yang terus berdebar kencang. Ia bahkan telah menggunakan berbagai cara untuk mengatasi hal tersebut. Tapi naasnya, tak ada yang berhasil dari puluhan cara tersebut.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN