“Bagaimana rasanya, Ma?” tanya Navaya setelah menyuap sesendok kuah sup pada Freya. Wanita paruh baya itu lantas mengangguk. “Enak. Sayur apa ini?” “Ini sayur asin, Ma,” jawab Navaya kemudian kembali fokus pada supnya. “Sayur asin?” tanya Freya dengan kening mengerut. “Iya. Selain dimasak kuah, sayur asin juga bisa ditumis,” ucap Navaya. “Besok akan Navaya buatkan untuk Mama.” “Setelah beberapa hari tinggal di sini, Mama baru tahu kalau kamu bisa memasak. Tahu begini, Mama akan sering datang untuk mencoba masakanmu,” ujar Freya yang membuat Navaya terkekeh. “Jadi, kamu masak setiap hari seperti ini?” tanyanya. Navaya menggeleng. “Di dapur, Navaya hanya membantu menyiapkan bahan makanan. Urusan memasak, Ayu dan Sartika yang melakukannya. Lagi pula, terkadang Navaya berada di taman sam

