Liana masih merasa penasaran dengan Kania Emilia yang menjadi korban pembunuhan di Ohio. Terlebih Aidan ternyata mengenal Kania itu, kejadian di Bali lalu, mengingatkannya akan suatu hal. Tiba-tiba saja suatu pemikiran melintas di benak Liana. "Aidan, apa saat aku hampir di bunuh Kania di Bali, kamu menyadari bahwa Kania yang ku katakana adalah Kania Emilia yang itu?" tanya Liana dengan tatapan menyelidik. Aidan tertawa hambar, kotak bekal di pangkuannya ia pindahkan ke meja dan menatap Liana dengan tenang, memfokuskan dirinya pada sang istri sepenuhnya. "Yang namanya Kania itu banyak, sayang." Baiklah Aidan merasa sangat keterlaluan, padahal beberapa detik lalu ia bertekad untuk tidak bohong pada Liana, tapi kini? Sekarang, Aidan benar-benar berharap bahwa kebohongannya tidak terungkap

