Karena Liana sudah mengomel atas tindakannya yang berdiri tepat di belakang wanita itu, Aidan pun hanya bisa menurut dengan perintah Liana selanjutnya. Istrinya menyuruh dirinya untuk duduk diam di kursi pantry. Aidan mengamati Liana dalam diam, bahkan dari belakang saja istrinya kelihatan sangat menarik. Pikiran-pikiran Aidan berjalan begitu saja hingga hal-hal memalukan. Aidan berdecak pelan lalu memukul kepalanya sendiri. Apa yang sedang aku pikirkan?! "Aidan, tolong bangunkan Noah." Liana membalikkan tubuhnya menghadap Aidan, di tangannya sudah ada dua piring sarapan. "Eh?" Aidan tampak tidak fokus, membuat Liana mengerutkan dahinya. "Kamu tidak dengar? Bangunin Noah." Liana mengulangi kembali perintahnya. "Oh ... baiklah." Aidan berdiri dan mengayunkan kakinya menuju kamar Noah

