Dua hari kemudian... Kania membuka tirai jendela kamar vila yang ia tempati, matanya memandang puas dengan pemandangan yang di depannya saat ini. Jendela kamar yang langsung menghadap ke arah kolam renang dan di seberang setelah kolam renang adalah pantai. Pemandangan yang sangat indah. Drrttt... drrttt... Kania berdecak pelan, berjalan menuju nakas di samping tempat tidur, meraih ponselnya. Kania memutar bola matanya malas melihat nama Dean lah di layar ponselnya. Dean Adams. Aku harap, pagi ini kamu sudah menemui Aidan. Dan segera singkirkan Liana dan anaknya. Kania mencibir dalam hati. Dean selalu terburu-buru dan tidak sabaran. Padahal dia ingin menikmati paginya sebentar menikmati fasilitas vila yang disewakan Dean untuknya. Kania meletakkan ponselnya lagi tanpa membalas pesan

