Setelah mengantar Meisya masuk ke dalam kamar dan menemaninya sebentar. Tiba-tiba ponselnya Steven pun berbunyi dan dia langsung mengambilnya dari saku celananya. "Sebentar ya!" ucap Steven kepada Rayyan dan juga Abian yang kini sedang berada didepannya. Rayyan menganggukkan kepalanya dan dia tidak peduli jika ayahnya yang selalu sibuk itu, karena yang Rayyan butuhkan adalah seorang ibu dan dia lebih baik menempel diperlukannya Meisya. Tapi, berbeda dengan Abian. Dia masih ingin bersama Steven karena dia sangat menyukai Steven yang menurutnya sangat perhatian padanya. Walaupun hanya mengusap rambutnya dan bersikap lembut kepadanya. Itu sudah membuat Abian merasa sangat bahagia, karena ayahnya tidak pernah melakukan itulah padanya. Saat Steven hendak mengambil ponselnya dan bangun dari