Renata menatap Arkan dingin. Tindakan tiba-tiba laki-laki itu tak bisa ia terima begitu saja. "Jangan pernah lakukan itu lagi." Tanpa menunggu jawaban dari Arkan, Renata keluar kamar menuju dapur. Dia hendak membuatkan sarapan untuk puteranya. Saat dia tengah sibuk dengan beberapa macam bahan masakan, Arkan menyusulnya ke dapur. "Jangan pergi dinner sama Januar kalau saya lagi nggak di rumah Re. Kasihan Rey, apa lagi sampai semalam itu kamu baru pulang." Hati Renata tak terima dengan ucapan Arkan. Dia memang meninggalkan Rey, tapi saat dia tinggalkan anaknya itu masih baik-baik saja. Renata memang merasa bersalah, tapi dia tak mau di salahkan. "Tiga tahun lebih aku ngurus Rey tanpa kamu, dengan segala keadaan baik sehat, rewel, maupun sakit. Itu udah biasa dan ini bukan untuk pertama

