Delapanpuluhsembilan

1209 Kata

"Enak Re?" tanya Arkan yang merasa kenyang hanya dengan melihat Renata makan. "Enak, kamu nggak mau makan Mas, buat aku aja boleh?" tanya Renata menatap lapar piring sate Arkan yang masih utuh tak tersentuh. Tanpa menjawab, Arkan menyodorkan piring berisi sate dan lontong itu pada Renata. "Terimakasih." Arkan mengira isterinya itu benar-benar tengah mengidam, karena bisa makan sebanyak itu. Padahal Renata memakan dengan banyak dan cepat adalah karena ia sangat lapar belum makan sejak siang tadi. Tidak hanya sampai di situ saja, Renata masih meminta Arkan untuk menemani dirinya mencari cemilan di minimarket yang buka 24 jam. Dan yang menjadi perdebatan mereka adalah permintaan Renata yang menginginkan memakan mie instan dalam cup ala-ala drama korea lebih dari satu. "Aku mohon Mas, s

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN