"Kamu nanti pulang kemana?" tanya Kiyara pada sang suami di tengah sarapan paginya. "Ke apartemen mungkin, kenapa?" "Nggak apa-apa sih, cuma nanya aja." Setelah itu mereka memakan sarapannya dalam diam. Lalu berangkat bekerja dengan kendaraan dan tujuan berbeda. Kiyara dengan kesibukannya sebagai dokter umum yang biasa saja, dan Rey yang memegang banyak tanggung jawab akan pekerjaannya. Suntuk, itu yang Kiyara rasakan belakangan ini. Hanya karena rasa sukanya pada seseorang laki-laki tidak sampai membuat hatinya sedih dan kesepian. *** Hari demi hari berlalu rutinitas yang di jalani Rey dan Kiyara masih seperti biasa. Atau mungkin ritmenya terbilang aneh. Kadang Rey tidur di apartemen, kadang di rumah, bahkan tak jarang Kiyara minta tidur di ranjang yang sama jika mengaku sedang s

