Renata merasakan sebuah ciuman di keningnya kala ia masih tertidur. Dengan beberapa kali mengerjap akhirnya ia bisa membuka matanya. Terasa silau menatap sebuah cahaya kecil yang Arkan bawa di tengah gelapnya kamar yang mereka tempati. "Selamat Ulang Tahun Re." Renata mengeratkan selimut untuk menutupi tubuh polosnya. Kemudian meniup lilin ulang tahun yang Arkan berikan padanya. "Terimakasih." Hanya kata-kata itu yang bisa Renata ucapkan. Sebelumnya dia tak menyukai acara kejutan ulang tahun seperti ini setelah dewasa. Namun tidak untuk kali ini. Angka 37 yang bertengger di atas kue itu penuh makna. Di usia yang tak lagi muda ini Renata akhirnya bisa benar-benar menemukan belahan jiwanya, dengan jalan yang tak mudah. Dua puluh lima tahun lebih dirinya mengenal Arkan, tapi baru bebera

