Saat bangun tidur di pagi hari Arkan terkejut. Renata sudah tak tidur di sampingnya. Mengetahui seperti apa keadaan Renata, membuat hati Arkan sangat khawatir. Dia tak bisa tenang, apalagi Renata tak mau dia bawa ke rumah sakit dan berkonsultasi lebih lanjut dengan dokter kandungannya. Arkan keluar dari kamar, tujuannya adalah kamar Rey. Dan benar saja, di sana Renata tengah menunduk menatap dalam wajah putera mereka. Sambil mengusap air matanya. Seandainya di izinkan, ingin sekali Arkan memeluk tubuh Renata. Isterinya yang jelas sedang tidak dalam keadaan baik-baik saja. Ada banyak resiko menakutkan dengan apa yang tengah Renata alami akibat kehamilannya. Dan jalan satu-satunya untuk mempercepat kesembuhan adalah, dengan melahirkan anak mereka segera. Dan Arkan akan berusaha membujuk R

